Jumat, 30 Agustus 2024

Obrolan Bersama Pak Rektor

Tanggal 28 Agustus 2024, saya bersama pak Wakil Rektor 1, bidang Pendidikan melakukan perjalanan yang lumayan jauh, jember - Mojokerto, yaitu menuju Vanda Gardenia Hotel, Trawas Mojokerto. 

Saya bersama pak Warek ini tujuannya adalah melakukan MoU dengan Perpustakaan Nasional. Beliau semangat sekali untuk kegiatan ini, beliau menyampaikan bahwa ini bisa menjadi salah satu cara mengembangkan Perpustakaan Institut Agama Islam Al-Qodiri. Jejaring itu penting, kata beliau. 

Dalam perjalanan beliau yang menjadi Driver, sebab Driver kampus tidak bisa bertugas, sebab Ayahnya Driver sedang opname di Rumah Sakit Citra Husada. Gak bangga gimana, yang jadi drivernya adalah Pak Warek 1. Hehehehe. 

Pak Warek mengajak diskusi banyak sekali terkait perpustakaan, hingga saya harus mentatnya di HP Redmi Note 10 C saya. Diantara yang beliau diskusikan adalah sebagai berikut: 
1. Bibliobattle Tingkat Kampus
2. Sosialisasi Buku Digital milik Perpustakaan Nasional
3. Membahas Isi Borang Perpustakaan Kampus
4. Setelah Kegiatan MoU dan Library Camp untuk dibuatkan Draf dan Rekomendasi
5. Bagaimana membuat budaya Literasi di Kampus

dan masih banyak lagi. 5 itu saja sudah berat untuk dilakukan, jika saya lakukan sendiri. Hehehe. 

Saya senang sekali, sangat senang karena beliau sebagai pimpinan sangat peduli dengan perpustakaan. Karena kadang ada Kampus yang tidak peduli sama sekali dengan Perpustakaan. Perpustakaan dianggap kurang penting, sebab kalau melihat Penilaian Borang Prodi, nilai dari Perpustakaan, maksimal 4, itu untuk akreditasi A, sedangkan kami kampus kecil, masih jika harus A, mungkin yang bisa dicapai adalah B. Berarti hanya dapat 3 poin, sehingga ada kampus yang biasanya tidak mementingkan perpustakaan. 

Semoga semangat beliau tetap menyala, sehingga perpustakaan kampus IAI Al-Qodiri terus berkembang kearah yang lebih baik. Menyala Pak Warekku! 



Pengabdian Jangan Hanya Menjadi Sebatas Kewajiban

Tanggal 29 Agustus 2024, saat saya pulang dari Vanda Gardenia Hotel, Trawas Mojokerto, saat masuk rumah, ternyata ada buku yang dikirim langsung oleh penulisnya, yaitu Prof. Ngainun Naim.

Melihat ada kiriman buku dari seorang Profesor ada sesuatu sekali. Akhirnya langsung saya buka, yaitu buku dengan Judul : Pengabdian kepada Masyarakat, Konsep, Implementasi, dan Refleksi. 

Kata beliau, buku tersebut sesungguhnya merupakan kumpulan catatatan yang apda awalnya tidak dimaksudkan sebagai sebuah buku ilmiah. jadi dasar penyusunannya adalah kesamaan tema. Pembagian bab buku ini juga tidak beliau beliau lakukan secara ketat. Hasila tealaah beliau akhirnya menghasilkan buku ini. 

Buku ini ditinjau dari rentang waktu, catatan demi catatan di buku ini berlangsung selama 2,7 tahun. ini yang menjadi renungan saya. Jujur, saya termasuk orang yang sulit untuk melakukan istiqamah, tapi beliau bisa menulis, sedikit demi sedikit hingga kurang lebih 2,7 tahun, lalu dikumpulkan dan menjadi sebuah buku, ini keren sekali. kalau saya, menulis harus terus menerus selama beberapa hari. Jika tidak selesai, bisa dipastikan gagal menjadi sebuah karya, atau hanya menjadi catatan-catatan yang tak terararah. 

Saat saya membuka buku di halaman pertama, ternyata ada tulisan tangan beliau menggunakan tulisan latin yang jarang sekali Gen-Z bisa melakukan. beliau menuliskan pesan yang keren untuk saya:
Kepada Yth. Sahabat Fikri Farikhin
Pengabdian itu tidak hanya dikerjakan
Tetapi juga dituliskan dan dibukukan
Tulungagung, 26 - 8 - 2024
TTD
Ngainun Naim

Note: Untuk tulisan aslinya, nanti akan saya cantumkan di akhir tulisan ini.  

Pesan beliau ini, dikhususkan untuk saya, namun sejatinya, tulisan ini sangat umum, yaitu untuk semua dosen yang melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), karena seringkali, dan termasuk saya, PkM hanya saya jadikan kewajiban, dan setelah itu usai. Namun dari pesan beliau, PkM tidak se-simple itu, namun seharusnya PkM itu, dikerjakan, lalu ditulis, lalu dibukukan, sehingga manfaatnya akan lebih merata. bisa dibaca orang banyak. Itu adalah pemahaman saya tentang pesan beliau. Semoga saya tidak salah memahami. 

Bagi anda yang ingin PkM nya lebih berarti, silahkan baca buku ini, karena didalamnya, secara pelan-pelan tapi pasti, akan menginspirasi kita untuk menjadikan PkM tidak hanya dijadikan kewajiban tapi kebermanfaatan, ditulis dan menjadi sebuah karya. Bahasa beliau benar-benar ringan. Mudah dicerna, tidak seperti tulisan ilmiah yang isinya sedikit-sedikit mengutip sana-sini, sehingga susah difahami. Tulisan beliau mengutip pendapatkan tokoh, namun simple dan diberikan penjelasan dari beliau sendiri yang sangat mudah difahami. Insyallah tidak rugi membaca karya beliau ini. Selamat membaca.




Obrolan Bersama Pak Rektor

Tanggal 28 Agustus 2024, saya bersama pak Wakil Rektor 1, bidang Pendidikan melakukan perjalanan yang lumayan jauh, jember - Mojokerto, yait...