Tanggal 29 Agustus 2024, saat saya pulang dari Vanda Gardenia Hotel, Trawas Mojokerto, saat masuk rumah, ternyata ada buku yang dikirim langsung oleh penulisnya, yaitu Prof. Ngainun Naim.
Melihat ada kiriman buku dari seorang Profesor ada sesuatu sekali. Akhirnya langsung saya buka, yaitu buku dengan Judul : Pengabdian kepada Masyarakat, Konsep, Implementasi, dan Refleksi.
Kata beliau, buku tersebut sesungguhnya merupakan kumpulan catatatan yang apda awalnya tidak dimaksudkan sebagai sebuah buku ilmiah. jadi dasar penyusunannya adalah kesamaan tema. Pembagian bab buku ini juga tidak beliau beliau lakukan secara ketat. Hasila tealaah beliau akhirnya menghasilkan buku ini.
Buku ini ditinjau dari rentang waktu, catatan demi catatan di buku ini berlangsung selama 2,7 tahun. ini yang menjadi renungan saya. Jujur, saya termasuk orang yang sulit untuk melakukan istiqamah, tapi beliau bisa menulis, sedikit demi sedikit hingga kurang lebih 2,7 tahun, lalu dikumpulkan dan menjadi sebuah buku, ini keren sekali. kalau saya, menulis harus terus menerus selama beberapa hari. Jika tidak selesai, bisa dipastikan gagal menjadi sebuah karya, atau hanya menjadi catatan-catatan yang tak terararah.
Saat saya membuka buku di halaman pertama, ternyata ada tulisan tangan beliau menggunakan tulisan latin yang jarang sekali Gen-Z bisa melakukan. beliau menuliskan pesan yang keren untuk saya:
Kepada Yth. Sahabat Fikri Farikhin
Pengabdian itu tidak hanya dikerjakan
Tetapi juga dituliskan dan dibukukan
Tulungagung, 26 - 8 - 2024
TTD
Ngainun Naim
Note: Untuk tulisan aslinya, nanti akan saya cantumkan di akhir tulisan ini.
Pesan beliau ini, dikhususkan untuk saya, namun sejatinya, tulisan ini sangat umum, yaitu untuk semua dosen yang melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), karena seringkali, dan termasuk saya, PkM hanya saya jadikan kewajiban, dan setelah itu usai. Namun dari pesan beliau, PkM tidak se-simple itu, namun seharusnya PkM itu, dikerjakan, lalu ditulis, lalu dibukukan, sehingga manfaatnya akan lebih merata. bisa dibaca orang banyak. Itu adalah pemahaman saya tentang pesan beliau. Semoga saya tidak salah memahami.
Bagi anda yang ingin PkM nya lebih berarti, silahkan baca buku ini, karena didalamnya, secara pelan-pelan tapi pasti, akan menginspirasi kita untuk menjadikan PkM tidak hanya dijadikan kewajiban tapi kebermanfaatan, ditulis dan menjadi sebuah karya. Bahasa beliau benar-benar ringan. Mudah dicerna, tidak seperti tulisan ilmiah yang isinya sedikit-sedikit mengutip sana-sini, sehingga susah difahami. Tulisan beliau mengutip pendapatkan tokoh, namun simple dan diberikan penjelasan dari beliau sendiri yang sangat mudah difahami. Insyallah tidak rugi membaca karya beliau ini. Selamat membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar